TANYA JAWAB WARIS

TANYA JAWAB HARTA WARISAN 

 

mohon maaf dikarenakan kesibukan yg sedang mendera maka tanya jawab kami anjurkan via telpon di no hp 085215396658 abu riyadl

بسم الله الرحمن الرحيم




TANYA WARIS 4
From: xxxxxx@gmail.com>
To: caknur83@yahoo.com
Sent: Tuesday, January 17, 2012 9:52 PM
Subject: Re: Kasus waris keluarga saya ...

Assalamu 'alaikum Ustadz Nurcholis Majid Ahmad

Saya member Al - Ilmu, mempunyai masalah warisan, dgn penjelasan sbb:

Ayah ibu saya mempunyai harta gono gini, sebuah rumah yg di sertifikat atas nama ibu saya. Sebelum meninggal ibu membuat surat/fatwa waris utk rumah itu ..dgn memberi hak waris kepada anak2nya ( 4 laki2 & 2 perempuan) + ayah saya jg. Jd berdasarkan surat/fatwa waris, rumah tersebut ahli warisnya 7 org.

Setelah ibu meninggal, ayah kami menikah lagi dgn ibu sambung (ibu tiri). Beberapa tahun yg lalu ayah sy meninggal dan rumah itu kami jual. Dan kami sekeluarga (kakak-adik) sepakat membagi waris berdasarkan syariah Islam, QS:4 An Nisa, ayat 11 & 12. Tetapi Ibu sambung kami menuntut hak ayah kami ato 1/7 bgn dr hsl penjualan Rumah. Sdg kan dlm ayat 12 An Nisa ..

Sdg kan dlm ayat 12 An Nisa menyebutkan ..
"Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu."

Disini terjadi perbedaan antara kami dan ibu sambung itu .. Kami berpendapat ..hak ibu sambung itu hanya 1/8 dr hak waris ayah kami .. Sedangkan ibu tsb menghendaki seluruh bagian dr hak waris ayah kami.

Salah satu Kakak saya malah mempunyai pendapat yg sama sekali berbeda .. Dia mengatakan didalam surat An Nisa tdk pernah disebutkan Hak Ibu sambung (ibu Tiri) .. Hal ini jg menjadi perdebatan antara kami, kakak-adik.

Kami semua dalam kegalauan krn adanya beda pendapat .. Disisi lain kami tdk ingin menyalahi akidah dan syariah Islam yg sdh digariskan ..agar warisan tesebut menjadi berkah utk keluarga kami.

Mohon kiranya Ustadz Nurcholis mau meluangkan sedikit waktu utk memberikan pencerahan atas kasus warisan didlm keluarga saya ini.

Atas kesediaan dan bantuan Ustadz  kami ucapkan terima kasih.

Semoga Allah SWT membalas semua amal ibadah Ustadz.

Wassalamu 'alaikum wr wb.

Hotmat kami,



jawab:
waalaikum salam.
dalam hukum islam sebenarnya tidak ada yg namanya istilah harta gono gini.
karena hakikatnya  harta manusia itu adalah  milik masing masing.
siapakah yg bekerja dan ia mengumpulkan harta, itulah pemiliknya.
adapun jika keduanya bekerja dan hartnya  dicampur maka kita perkirakan saja prosentase kepemilikannya.
dan perlu diketahui bahwa seorang lelaki kekayaanya harus dipotong nafkah harian buat keluarga.
dengan kesimpulan ini maka harta tidak semena mena diklaim milik berdua 50% : 50%  tanpa ada landasan syari' (pernikahan bukan penyebab kepemilikan harta bersama)
maka disini  yg akan diwariskan adalah harta orang yg meninggal tersebut kepada pewarisnya.

sehingga harta ibu antum  yg akan menjadi pewarisnya adalah orang yg hidup ketika ibu antum meninggal

pewaris ibu antum (jika beliau punya harta) adalah:
ayah 1/4 dari harta ibu
6 anak mendapat sisanya dg pembagian setiap anak laki mendapat dua bagian dari anak perempuan.


kemudian  anggap saja ayah masih ada dan ia mengantongi 1/4 harta tadi dari ibu tadi
dan harta ayah adalah harta yg ia miliki digabung dg 1/4 harta warisan dari ibu tadi(jika ibu meninggalkan warisan)

adapaun ketika ayah wafat maka pewarisnya adalah
ibu tiri 1/8 dari harta ayah
6 anak mendapat sisanya dg pembagian setiap anak laki mendapat dua bagian dari anak perempuan.

adapun wasiyat yg ditulis oleh ibu sebelum beliau meninggal maka ia tidak sah. karena washiyat tidak berlaku untuk waris.


semoga pembagian ini dapat direalisasikan dg benar, krn pembagian yg benar akan menjadi berkah untuk keluarga dlm menjaga silaturrohmi
wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh




TANYA WARIS 3

To: "caknur83@yahoo.com"
Sent: Tuesday, January 10, 2012 4:20 PM
Subject: Tanya : Pembagian Waris Islam

Assalamualaikum wrwb..
Pak Ustadz mohon penjelasannya mengenai hukum waris dalam islam yang benar.
Ayah dan ibu saya (alhamdulillah hingga saat ini sehat wal a'fiat) memiliki rumah yang dibeli setelah mereka menikah. Ibu saya adalah ibu rumah tangga.
Sebelum menikah dengan ibu saya, ayah adalah duda dengan 4 org anak (3 laki2, 1 wanita).
Dengan ibu saya, mempunyai 6 anak (3 laki2, 3 wanita).
Kami semuanya 10 bersaudara.
Bagaimana menurut pak ustadz pembagian waris islam untuk kami semua.
Berapa besar pembagiannya. 
Saya sudah coba membaca tabel ttg pembagian waris, tapi masih membingungkan.
Bagaimana jika, ayah/ibu meninggal terlebih dahulu.
Terima kasih sebelumnya, pak ustadz.
Semoga ilmu dan informasi yang pak ustadz berikan berguna dan Insya Allah akan kami terapkan.
Semata untuk meraih ridho Allah SWT, amin.
Wassalamualaikum wrwb, 


JAWAB:

waalaikumsalam
dalam hal harta warisan. maka kita tidak akan menghitung atau memperkirakan warisan nominal dari harta yang akan diperoleh sebelum pemilik harta meninggal dunia, karena warisan itu terkait dengan kematian. sedangkan kita tidak tahu apakah harta tersebut masih ada pada diri seseorang hingga ia meninggal, atau bahkan mungkin kita yg lebih muda bisa jadi yang lebih dahulu menghadap Allah Ta"ala
dalam hal ini harta ibu dan ayah tidak disatukan. maksud kami jika harta itu adalah dari bawaan masing masing sebelum menikah maka itu adalah harta sendiri sendiri, dan dalam hal ini yg bekerja adalah suami(ayah) maka semua harta selain harta  bawaan ibu dari ortunya(kakek) maka itu semua adalah harta ayah.

contoh pembagian warisan
seorang lelaki meninggal dan ia mempunya 1 istri yg sah dan 10 anak ( 6 lelaki dan 4 wanita)
maka pembagiannya sebagai berikut
istri 1/8
10 anak adalah sisanya deng dibagi 2 bagian buat lelaki dan 1 bagian buat wanita
maka jika harta adalah 128 juta
istri 1/8 adalah 16jt
setiap anak laki mendapat 14 jt
setiap anak peremouan 7 jt

wallahu A'lam bi showab






TANYA WARIS 2

Sent: Friday, December 23, 2011 10:02 AM
Subject:

Pertanyaan:
Bismillahirrahmannirrahiim,

Ustadz, ana memiliki 2 adik laki2 (kembar). Kami hanya 3 bersaudara. اَلْحَمْدُ لِلّهِ, kedua org tua kami msh diberikan kesehatan dan ni'mat hidup s.d saat ini.

Saat ini, salah satu adik أنا sdg tertimpa musibah. Bisnisnya gagal dan terlilit banyak hutang. Dlm melunasi hutang2nya, adik أنا dibantu oleh mertuanya (bnyk melunasi hutang2 adik أنا). Sedangkan org tua أنا sama skali tdk mengambil bagian atas solusi penyelesaian hutang2 ini dg alasan tdk mampu.

Pertanyaannya :
1. Apakah salah jika أنا memberikan pendapat utk menjual rumah pribadi org tua أنا utk ikut menutupi hutang2 adik أنا (bhkn utk membyr hutang ke mertua dia)?

2. Apabila tdk salah, langkah2 ªªª saja Ɣªήğ sebaiknya kami lakukan?
Mengingat ini bukan waris melainkan hibah?

3. Apakah tdk mengapa jika nanti kami tdk memiliki warisan? Krn si kembar Ɣªήğ satu lg pastinya akan menuntut haknya.

Berikut pertanyaan أنا, ustadz..

جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

 JAWAB:
bismillahirrohmanirrohim

menyangkut hibah kepada anak anak
maka disini orang tua dituntut adil dalam memberi hibah, dan tidak boleh ortu memberi kepada sebagian anak tanpa sebagian yg lain, kecuali anak anak yg tidak diberi mengikhlaskannya diwaktu hari hibah tersebut. dan yg dinamakan hibah adalah pemberian sesorang diwaktu ia masih hidup dengan kontan
kemudian kondisi orang tua tidak terpaksa dalm menghibahkan hartanya.
barokallahu fikum



__________________________________________________________________________________
TANYA WARIS 1

From: Konsultasi Syariah
To: Nur Cholis Majid Ahmad
Sent: Thursday, December 22, 2011 12:11 AM
Subject: Fwd: warisan


Pertanyaan:
Assalamu'alaikum. Bibi,adik ayah ana baru wafat,dlm usia 73 thn.Bibi belum menikah.Orang tua bibi telah tiada.Abang kandung&kakak kandung telah wafat bbrp thn yg lalu.Yg ada sekarang adik pr kandung 1 org serta adik laki satu ibu lain ayah sebanyak 2 org. Dan  4 anak laki dari abang kandung. Siapakah ahli waris dari bibi & berapa bahagiannya ?


Jawab :
waalaikum salam
pewaris bibi anda jika beliau wafat
* dengan catatan  pewaris itu hidup diwaktu bibi anda wafat.
mereka adalah :
                                       induk  /pokok / ashlu masalah      6  x  4 = 24

1 saudari kandung(adik perempuan)      : 1/2                      3    X4      12
2 saudara seibu                                   : 1/3 untuk berdua    2    X4       8
4 keponakan laki laki (anak abangnya) : Ta'shib / sisa       1    X4       4
 sisa ini dibagi rata untuk 4 keponakan tersebut

jika harta mayit adalah 240 jt maka dibagi 24 oleh karena itu perbagian adalah  10jt
sehingga bagian masing masing adalah:
1 saudari kandung  12 bagian x 10jt = 120 jt
2 saudara seibu        8 bagian x 10jt =   80  jt dibagi untuk berdua
4 keponakan 40jt     4 bagian x 10jt  dibagi berempat
wallahu A'lam bishowab.
washolallhu ala nabiyyina muhmmmad wa ala alihi wasallama tasliman katsiro
wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar