Selasa, 13 Desember 2011

setelah ortu wafat, apa yg bisa kita lakukan?


Berbakti kepada kedua orang tua
Setelah mereka wafat

عن ابى هريرة ان رسول الله صلى الله عليه وقال إذا مات الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاثة الا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah berkata, "Apabila seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya".[1]


Imam An-Nawawi berkata, "Para ulama memaknai hadits ini bahwa amalan orang yang telah meninggal terputus dengan kematiannya dan terputus tambah pahala bagi dirinya kecuali pada tiga perkara ini,  karena sesungguhnyaitu merupakan hasil kerjanya. Maka  seorang anak dari hasil usahanya, demikian pula ilmu yang dia tinggalkan yang berupa pengajaran atau tulisan,  begitu pula sedekah jariyah yaitu berupa waka..
FAEDAH HADIS TERSEBUT:
1.      Dalam hadits tersebut terdapat keutamaan menikah untuk mengharapkan anak shalih.
2.      Dalam hadits tersebut terdapat dalil akan benarnya hukum asal wakaf, dan  besarnya pahalanya,
3.      Disitu juga penjelasan akan keutamaan ilmu dan anjuran untuk memperbanyak ilmu serta anjuran untuk mewariskannya dengan pengajaran, penulisan dan dakwah kepada umat
4.      Dalam haditstersebut juga juga terdapat faedah bahwa doa anak sholeh akan  sampai pahalanya kepada mayit, demikian juga sedekah dan kedua hal ini telah disepakati (oleh para ulama) dan demikian juga melunasi hutang. Adapun haji, syah menghajikan mayit menurut asy-Syafi'i dan yang sepaham dengannya, ini termasuk bagian dari melunasi hutang jika berkaitan dengan haji wajib, namun apabila haji sunnah yang mayit berwasiat dengannya maka termasuk bab wasiat. Adapun apabila mayit meninggal dunia dan memiliki kewajiban puasa, yang benar wali memuasakan untuk mayit.[2]
Sedangkan membaca al-Qur'an dan menjadikan pahalanya untuk mayit, demikian sholat untukl mayit dan semisalnya, menurut madzhab asy-Syafi'i dan jumhur pahalanya tidak sampai pada mayit dan dalam masalah ini ada khilaf.[3] Dan yg rojih pahala itu tidak sampai.

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ان الله عز و جل ليرفع الدرجة للعبد الصالح في الجنة فيقول يا رب أنى لي هذه فيقول باستغفار ولدك لك
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di dalam surga, maka dia berkata, 'Wahai Rabbku, dari mana aku mendapatkan ini?'. Allah berkata, 'Karena permohonan ampunan anakmu untukmu".[4]
Dari Aisyah, "Ada seseorang yang mendatangi Nabi dan berkata, 'Sesungguhnya ibuku mendadak meninggal dunia dan tidak berwasiat, aku menyangka seandainya sempat bicara niscaya dia akan bersedekah, apakah dia akan mendapatkan pahala apabila aku bersedekah untuknya?'. Rasulullah menjawab, "Ya".[5]
Dari Ibnu Abbas, bahwasanya ibu Sa'd bin Ubadah meninggal dunia dan Sa'd tidak ada di sisi ibunya ketika meninggal dunia, maka dia berkata kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, Sesungguhnya ibuku meninggal dunia dan aku tidak ada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku bersedekah dengan sesuatu untuk ibuku?". Rasulullah menjawab, "Ya". Sa'd berkata, "Sesungguhnya aku mempersaksikan dirimu bahwa kebunku yang berbuah aku sedekahkan untuk ibuku".[6]
عن سعد بن عبادة ان أمه ماتت فقال لرسول الله صلى الله عليه وسلم ان أمي ماتت أفاتصدق عنها قال نعم قال فاى الصدقة أفضل قال سقى الماء
Dari Sa'd bin Ubadah, bahwasanya ibunya meninggal dunia, maka dia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal dunia, apakah boleh saya bersedekah untuknya?". Rasulullah menjawab, "Ya". Sa'd berkata, "Sedekah apa yang paling utama?". Rasulullah berkata, "Menggali sumur".[7]

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak terputus setelah kematian dan pintu kebaikan tidak terputus.
Wahai orang yang telah wafat ibu bapaknya atau salah satu dari keduanya dan dia kurang berbakti dan menyesali perbuatannya serta takut akan akibat durhaka kepada orang tuanya, maka ketahuilah –semoga Allah mengampunimu- sesungguhnya pintu kebaikan terbuka dengan mendoakan keduanya agar mendapatkan ampunan dan rahmat Allah.
Allah Ta’ala befirman, "Dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil." (QS. Al-Isra': 24).
Demikian juga bersedekah untuk keduanya (jika mereka pernah berniat untuk bersedekah sewaktu hidup), menyambung silaturahmi yang mana silaturahmi tersebut tidak tersambung kecuali dengan keduanya, memuliakan teman-teman keduanya dan melaksanakan wasiat keduanya( jika wasiyat itu tidak melanggar syari’ah).
An-Nawawi berkata, "Sedekah untuk mayit bermanfaat bagi mayit, pahalanya sampai kepadanya. Ini dengan ijma' para ulama".[8]


Bagaimana Berbuat baik kepada teman-teman ortu setelah keduanya meninggal ?

Dari Ibnu Umar, ia berceritra tentang dirinya ; bahwasanya apabila dia keluar menuju makkah dia membawa keledainya, dan biasanya berjalan santai menaiki keledai itu,  jika Ia bosan  maka ia naik unta dan memakai sorban untuk mengikat kepalanya.
Pada suatu hari ketika beliau di atas keledainya, tiba-tiba melintaslah seorang baduwi, maka Ibnu Umar berkata, "Bukankah kamu anak Fulan bin Fulan?". Dia menjawab, "Ya". Maka Ibnu Umar memberikan keledainya kepada baduwi tersebut dan berkata, "Naikilah keledai ini". Dan memberinya sorban pula dengan berkata, "Ikatlah kepalamu dengan ini". Lalu Ibnu Umar berkata, "Sesungguhnya sebaik-baik berbakti adalah seseorang menyambung orang-orang yang dicintai bapaknya setelah meninggal dunia".  Ketahuilah bahwa bapak baduwi tersebut adalah teman Umar bin khotthob (ayahanda ibnu umar).[9]
Dari Abu Burdah berkata, "Aku tiba di Madinah lalu Abdullah bin Umar mendatangiku dan berkata, 'Apakah kamu tahu kenapa aku mendatangimu?', aku berkata, 'Tidak tahu'. Ibnu Umar berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Barangsiapa senang untuk menyambung silaturahmi dengan bapaknya di dalam kubur hendaknya dia menyambung silaturahmi dengan teman-teman bapaknya sepeninggalnya. Sesungguhnya antara bapakku Umar dan bapakmu terdapat persaudaraan dan pertemanan dan aku senang untuk menyambung silaturahmi ini".[10]
Subhanallah.....
Bagaimana berbuat baik dengan teman-teman kedua orang tua.
1- Wajah ceria ketika bertemu dengan mereka.
2- Menolong mereka ketika membutuhkan bantuan.
3- Membantu mereka dalam setiap keadaan.
4- Memuliakan mereka.
5- Mendoakan kebaikan untuk mereka.

Kapan seorang anak bisa membalas kebaikan kedua orang tuanya?

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم لا يجزي ولد والدا إلا أن يجده مملوكا فيشتريه فيعتقه
Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "Seorang anak tidak bisa membalas kebaikan orang tuanya kecuali dia mendapati orang tuanya menjadi budak kemudian dia membelinya lalu membebaskannya".[11]
Ini tidak lain dikarenakan martabat oarang tua harus dijaga selama hidupnya dan seepeninggalnya.



[1] Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim: 1631 dan selainnya.
[2] Akan dating pembahasan masalah hokum melunasi hutang orang tua yang berupa nadzar dan puasa.
[3] Syarh Shahih Muslim: 11/85.
[4] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad: 2/509 dan Ibnu Majah.
[5] Muttafaq alaihi.
[6] Diriwayatkan oleh Bukhari: 2762.
[7] Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud: 1679, an-Nasai dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami': 1113.
[8] Syarh Shahih Muslim: 7/90.
[9] Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad: 41 dan Muslim: 2552.
[10] Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Ya'la: 5669 dan Ibnu Hibban: 1/329, semisal itu diriwayatkan oleh Muslim.
[11] Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad: 10 dan Muslim:1510.

2 komentar:

  1. شكرا ​جَزَاك اللهُ خَيْرً
    Menambah ilmu pengetahuan saya..

    BalasHapus
  2. Izin copan ya akhi

    BalasHapus